Author Topic: Pendidikan Untuk Mencintai Produk Indonesia apa Penting?  (Read 4317 times)

OfflineKristin

Hero Member



Dengan banyaknya diskusi tentang barang impor vs produk Indonesia, apa masyarakat benar mengerti maknanya? Saya rasa tidak begitu. Pendidikan adalah dasar dari pengertian, oleh karena dari sekolah ada baiknya ada pembinaan khusus apa arti dari perbedaan antara mengunakan barang impor vs produk buatan Indonesia.
Tentu secara umum yang perlu diajari adalah bahwa produk impor adalah produk yang dibuat di negara lain, dimana produk tersebut dibeli dan dibawa masuk ke Indonesia. Pada saat produk intu masuk maka uang kita akan keluar untuk membayar produk impor tersebut.
Untuk produk Indonesia adalah buatan dalam negeri yang artinya uang digunakan untuk membeli produk tersebut akan tetap berada di dalam negara Indonesia.
Tentu banyak lagi yang berhubungan, antara lain pekerja yang membuat produk produk impor atau lokal, juga para mitra bisnis pendukung dan ratusan hal yang berhubungan satu sama lain.
Pengetahuan ini apa anda rasa tepat untuk dimasukan ke pendidikan di sekolah? Silakan beri komentar dan pendapat anda. Terima kasih
« Last Edit: February 09, 2016, 10:16:56 AM by Kristin »

Offlinekabang

Newbie

Re: Pendidikan Untuk Mencintai Produk Indonesia apa Penting?
Reply #1 | March 31, 2016, 10:04:39 AM
Saya jujur saat ini miris sekali dengan gaya hidup manusia yang saat ini "ke arah Hedonis" dan buruknya banyak yang lebih memilih barang dari luar negeri bukan malah mendukung kreasi dari anak bangsa sendiri. Hal ini tentu bukan hanya merugikan wirausaha dalam negeri tapi market pasarnya terbilang juga sedikit jadi yang mau terjun dan berusaha di negara sendiri mungkin hanya beberapa % dari jumlah penduduk kita. Sangat disayangkan bukan? mungkin hal ini terjadi karena kemajuan teknologi dan kurangnya pemahaman akan ekonomi nasional. Saya

Offlinedmshop

Newbie

Re: Pendidikan Untuk Mencintai Produk Indonesia apa Penting?
Reply #2 | July 19, 2017, 05:41:45 AM
Saya jujur saat ini miris sekali dengan gaya hidup manusia yang saat ini "ke arah Hedonis" dan buruknya banyak yang lebih memilih barang dari luar negeri bukan malah mendukung kreasi dari anak bangsa sendiri. Hal ini tentu bukan hanya merugikan wirausaha dalam negeri tapi market pasarnya terbilang juga sedikit jadi yang mau terjun dan berusaha di negara sendiri mungkin hanya beberapa % dari jumlah penduduk kita. Sangat disayangkan bukan? mungkin hal ini terjadi karena kemajuan teknologi dan kurangnya pemahaman akan ekonomi nasional. Saya

Kalau untuk produk souvenir dan kerajinan saya masih memilih buatan Indonesia sih :) Untuk produk berbasis manufaktur dan teknologi memang harus diakui bangsa kita masih tertinggal dibanding negara maju lainnya.