Author Topic: Kembangkan Kerajinan Berbahan Batu Akik  (Read 140 times)

Offlinesuhartono

Newbie

Kembangkan Kerajinan Berbahan Batu Akik
| February 21, 2020, 02:26:59 PM



Sumber: beritasatu(dot)com

Bersamaan semakin terkenalnya batu akik membuat berbagai kreativitas pengolahnya bermunculan dan kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai batu cincin atau mainan kalung.

Salah seorang pedagang batu Giok Kandih, Ide (38) di Padang Aro, Minggu (12/4), mengatakan, sekarang banyak orang memesan bahan batu akik dengan ukuran yang cukup besar untuk dijadikan asbak ataupun vas bunga.

"Sekarang untuk mendapatkan kualitas batu yang bagus susah dan kebanyakan penambang hanya membawa batu kualitas sedang dan jumlahnya sudah sangat banyak dan murah sehingga pengrajin mengolahnya menjadi asbak dan vas bunga bebagai ukuran," katanya. Ia mengatakan, saat ini untuk batu Kandih Solok Selatan kebanyakan hanya jenis Badar Besi atau Badar Lumut dengan harga per kilogramnya juga tidak mahal.

Selain itu, katanya, juga ada batu jenis semi kristal dan ini juga dibeli dengan harga yang cukup murah per kilogramnya.

Sedangkan, minat masyarakat terhadap batu jenis ini, katanya, sudah mulai berkurang karena hampir setiap pecinta akik memilikinya.

"Dengan menjamurnya batu jenis ini berakibat sulit menjualnya dan sekarang ada yang memesan dengan ukuran cukup besar untuk dijadikan kerajinan lainnya," katanya.

Dengan adanya kreativitas seperti ini, sebutnya, maka nilai jualnya setelah jadi akan tinggi dan penambang batu akik juga tidak kesulitan untuk menjualnya.

Untuk potongan batu ukuran asbak, katanya, biasanya pengrajin memesan ukuran minimal 10 centimeter dengan ketebalan lima centimeter dan untuk vas bunga tentu jauh lebih besar lagi.

Bahan batu akik jenis Badar Lumut dan Badar Besi ini, katanya, cukup besar sehingga mudah membuat ukuran sesuai pesanan yang di inginkan pembeli.

Ia menambahkan, ia kini belum bisa mengolah bahan batu akik tersebut menjadi asbak ataupun vas bunga karena tidak memiliki alat serta keterampilan untuk itu.

"Saya tidak memiliki peralatannya serta keterampilan mengolahnya juga tidak bisa," jelasnya.

Sumber: beritasatu(dot)com