Recent Posts

Pages: 1 2 [3] 4 5 ... 10
21
Articles about Furniture / Material Center Jepara Pacu Kinerja IKM Furniture
« Last post by indonesiafurniture on December 23, 2020, 04:56:12 PM »
Kementerian Perindustrian fokus memacu pengembangan industri kecil menengah (IKM) sektor furnitur agar menghasilkan produk inovatif yang berkualitas dan berorientasi ekspor dengan penggunaan bahan baku kayu legal.

Kementerian Perindustrian fokus memacu pengembangan industri kecil menengah (IKM) sektor furnitur agar menghasilkan produk inovatif yang berkualitas dan berorientasi ekspor dengan penggunaan bahan baku kayu legal.

“Program dan kegiatan yang telah diterapkan antara lain pengembangan material center di Jepara, pengembangan sentra, pengembangan desain produk, program link and match dan pemberdayaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kayu di sentra furnitur,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih melalui siaran pers, Senin (7/12/2020).

Gati menjelaskan, pengembangan material center di Jepara merupakan salah satu program untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan bahan pendukung serta memfasilitasi mesin terbaru untuk para IKM furnitur di sentra.

Adanya material center diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan IKM yang tidak mempunyai kapabilitas dalam membeli bahan baku dan bahan pendukung dengan kuantitas yang besar. “Material center ini juga didukung dengan pemakaian sistem informasi yang terintegrasi secara online sehingga IKM dapat memonitor pemesanannya secara real time melalui aplikasi,” ujarnya.

Program material center di Jepara akan menjadi model bagi pengembangan material center di daerah lain. Lebih lanjut, untuk meningkatkan kemampuan produksi para pelaku IKM furnitur di sentra, Kemenperin mempunyai UPT kayu maupun rotan di sentra furnitur yang dapat membantu pelaku IKM dalam hal pemanfaatan mesin produksi.

Dalam meningkatkan kemampuan UPT, pemerintah telah memfasilitasi mesin dan peralatan dengan teknologi terbaru serta peningkatan kualitas SDM di UPT dengan sertifikasi tenaga kerja dalam bidang pembahanan dan finishing produk.

Selain fokus menembus kancah internasional, Kemenperin juga mendorong pelaku IKM furnitur mampu merebut peluang besar di pasar domestik. Oleh karena itu, untuk dapat mengakselerasi penetrasi IKM di pasar dalam negeri, Kemenperin memfasilitasi kerja sama melalui program link and match dengan beberapa e-commerce furnitur di Indonesia seperti fabelio.com dan isiruma.com.

“Melalui program ini, diharapkan pelaku IKM furnitur mendapatkan akses untuk mempelajari tren produk dan meningkatkan pemasaran produk,” katanya.

Adapun untuk mempromosikan produk furnitur nasional, Kemenperin memfasilitasi IKM dalam pameran bertaraf internasional seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA), serta Furniture Virtual Expo.

“Pameran menjadi sangat penting bagi industri furnitur mengingat media ini merupakan proporsi terbesar dalam mendapatkan buyer baru,” terang Gati. Apalagi, mengingat pameran IFEX dan JIFFINA merupakan bagian dari rangkaian pameran furnitur Asia yang menjadi ajang promosi produk furnitur unggulan Indonesia dan tempat berkumpulnya antara produsen dan pembeli potensial.

“Kami juga ingin menegaskan bahwa untuk memajukan industri furnitur Indonesia tidak saja semata-mata kewajiban pemerintah, tetapi juga kerja sama dengan semua pihak yang dapat membantu kemajuan industri dari hulu ke hilir, dengan harapan tentu saja program-program yang dilakukan dapat menjadi katalisator peningkatan ekspor furnitur Indonesia,” ungkap Gati.

Kemenperin mencatat, performa industri furnitur terlihat dari capaian nilai ekspornya pada 2019 sebesar US$1,95 miliar atau naik 14,6 persen dari 2018 yang teratat di angka US$1,69 miliar.

Adapun negara tujuan utama pengapalan produk furnitur nasional, sebanyak 50 persen adalah ke pasar Amerika Serikat. Berikutnya, Jepang (8 persen), Belanda (5 persen), Jerman (4 persen), dan Inggris (3 persen).

Sepanjang kuartal II/2020, ekspor furnitur Indonesia menembus angka US$1,04 miliar, dan diperkirakan bisa mencapai US$2 miliar hingga akhir tahun ini.

“Jika dilihat dari posisi ekspor furnitur dunia, Indonesia berada pada posisi ke-26 dan di Asia menduduki posisi ke-5 setelah China, Vietnam, Malaysia dan Taiwan, sehingga perlu terus didorong dengan terobosan-terobosan untuk meningkatkan daya saing produk furnitur nasional,” pungkas Gati.

Original articel published in https://ekonomi.bisnis.com/read/20201207/257/1327448/sederet-tugas-material-center-jepara-pacu-kinerja-ikm-furniture
22
One of the Indonesia teak furniture manufacturer factory, founded in the year 2011 as the second company of the owner, which has been working on teak outdoor furniture production since the last 14 years in Jepara, Central Java, Indonesia.



Qualiteak has a lot of experience of producing and sending out containers of teak outdoor furniture, and also teak indoor furniture to American and European markets and other countries that shipping containers can reach.

The company working on both classic furniture design, and also new custom design furniture development to enrich the furniture collection, and fully filled the customer’s demand for presenting fresh new furniture design to their customers or for their personal property.


Jl. Mantingan – Ngabul Rt. 01 / Rw. 01 , Langon – Jepara, Central Java 59428
62 291 594039 / 62 81 228250056
info(at)qualiteak(dot)com

https://qualiteakoutdoorfurniture.com/

https://www.facebook.com/qualiteak/

https://www.instagram.com/qualiteak/

https://twitter.com/Qualiteak
23

3 Ways Hartco Helps Your Quality & Profit

1. Improved Quality of Your Product
Tight clips make better spring assemblies and higher quality sofas, chairs, box springs and automobiles. The Hartco clinching method eliminates loose clips, loose wires, squeaks and rattles. All three clip ears are squeezed tight, all the way around the wires...there are no protruding clip ears to wear fabrics
    
2. Reduced Labor Cost Increases Profit
Time studies conducted by large clip users prove Hartco cuts labor cost. Eight-way hand-tie and other smaller users have also reduced labor cost and increased profit from the use of fast, simple, magazine-fed Hartco tools.
Tools are lightweight and perfectly balanced for easy clipping by men or women. Many women fire 10,000 clips a day and more. Whether clipping border wires, paper-covered wires, or wires in tight spots, Hartco makes every spring-up job easier. One Hartco tool clinches several clip sizes, thus job easier. One Hartco tool clinches several clip sizes, thus avoiding the confusion, slow down and extra cost of multiple tools.
    
3. Minimum downtime and maintenance increases profit
Downtime from jamming is no problem with Hartco tools. Simple design and rugged constructions ensures long, maintenance-free tool life, thus downtime and repair cost are negligible. Reduced maintenance labor and lowered spare parts cost result in greater profit for Hartco customers.

Contact Us:
Office & Factory
    Jl. Tambak Aji I/8 Semarang 50185
    Central Java - Indonesia
    Phone : 62-24-8662461 (Hunting Lines)
    Fax : 62-24-8662460
    E-mail : meiho_marketing(at)indosat.net.id
24
The deployment of the 5G network will come in handy for small and medium enterprises, or SMEs, as well as large-scale businesses, according to Ciena, an American network equipment and software service company.

Anup Chagaroth, Ciena's chief technology officer for Asia-Pacific and Japan, said the lightning-fast mobile network helps propel digital transformation for SMEs, which account for 60 percent of Indonesia's gross domestic product.

"SMEs are the backbone of Indonesia's economy. Over time, the majority of those enterprises will be digitized, and 5G is the key enabler for this digital transformation," Anup told the Jakarta Globe in a recent interview.

While some SMEs may be less tech-savvy, the Covid-19 pandemic has made these small-scale businesses aware of the importance of having a digital presence to reach out to more customers. Even so, it still requires the government to provide funding to speed up SMEs' digital transformation, Anup said.

Anup highlighted larger-scale enterprises—particularly those in manufacturing and financial services—could also benefit from the 5G implementation. The manufacturing industry is eyeing the 5G-driven internet of things (IoT) for automation and better efficiency. In comparison, financial services rely on a mobile workforce, which would require an efficient, wireless network.

"In Indonesia, fixed broadband penetration is very low compared to other markets. Hence, 5G becomes a good way for enterprises to connect over a wireless broadband infrastructure rapidly," Anup said.

Companies with branch offices require a fairly extensive IT infrastructure. 5G allows companies to have a centralized data center. Thus, they can simplify this infrastructure and even slash their IT expenditure by up to 50 percent.

"5G application is highly dependent on the 5G infrastructure. If you do not build a network with a high-performance infrastructure from day one, you will be held back as to what you can do with 5G," Anup said.

When Will Indonesia See 5G?

It is still a long way to go to Indonesia to see the next-generation mobile network finally. The country is still working on the 4G network and base stations across the archipelago.

According to Anup, metropolitan areas such as Jakarta will most likely get the first taste of 5G by the end of 2022. Before that, the government will have first to auction off the spectrum or allocate a portion of the mobile operators' frequencies. In Indonesia, fixed-satellite services are the current main user of these frequencies. 

"The auction for the spectrum in Indonesia will most likely occur in late 2021 or early 2022. The infrastructure buildout for metropolitan areas will kick off in mid to late 2022. But, the larger-scale roll-out will be beyond that," Anup said.

Nonetheless, the coronavirus outbreak may cause a setback on the 5G implementation in Indonesia, with the government mostly focusing on alleviating the pandemic for the year ahead.

Humans vs. Machines

With the automation-enabling 5G, companies will most likely rely on automated devices and machines to carry out their tasks. This brings up the question if machines will eventually replace human labor. In response, Anup assured the technological advancement would not drive people out of jobs.

"It is not that people are getting laid off, but the value that they bring to the service provider changes from physical work to running software and utilizing their brain," Anup said.

"It is a change of function of the people rather than them losing their jobs."

Original article : https://jakartaglobe.id/tech/smes-companies-can-benefit-from-5g-deployment-ciena
25
 Industri mebel dan kerajinan menjadi salah satu anomali bisnis karena justru menunjukan tren peningkatan saat situasi pandemi Covid-19. Hal ini diharapkan bisa menjadi pendorong peningkatan perekonomian dengan besarnya potensi sumber daya material maupun tenaga kerja yang bisa dimanfaatkan.

Industri furnitur dan kerajinan Indonesia masih mencatatkan transaksi bisnis yang positif di tengah situasi pandemi Covid-19. Sektor ini terus menunjukan tren membaik khususnya memasuki kuartal keempat tahun 2020 yang membuat para stakeholder optimistis tren prositif ini akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perindustrian, nilai ekspor kayu olahan dan furnitur pada bulan Januari 2020 dari wilayah Jawa Timur senilai 146,21 juta dollar Amerika dan bulan Februari-Maret 2020 naik menjadi 155,06 juta dan 161,92 dollar Amerika. Di wilayah Cirebon maupun kawasan Jawa Barat lainnya nilainya juga terus meningkat.

Lebih lanjut lagi, data Global Trade Atlas 2020 mencatat ekspor funritur dari Indonesia ke Amerika periode Januari-Mei 2020 sebesar 582,11 juta dollar Amerika, meningkat hingga 51,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tinggi ini justru terjadi saat situasi pandemi dengan penerapan banyak aktivitas new normal.

Data-data ini menunjukan masih adanya kesempatan khususnya untuk sektor industri furnitur. Di masa pandemi, situasi new normal tidak menghalangi kegiatan ekspor-impor untuk terus berjalan terlebih di tengah situasi perang dagang Amerika dan Cina yang akan menciptakan peluang lebih besar bagi industri furnitur Indonesia.



Menurut Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur, industri furnitur dan kerajinan Indonesia akan terus menunjukan tren positif dan masa transisi terkait situasi pandemi harus bisa dimanfaatkan untuk terus meningkatkan penetrasi di pasar global yang bisa memberikan devisa pada negara menjadi lebih besar.

“Industri mebel dan kerajinan masih bisa tetap eksis bahkan terus meningkat di saat sektor yang lain terkena krisis. Ini bisa menjadi bantalan ekonomi yang kuat untuk konsidi eknomi dan menjadi jalan keluar negara untuk penyerapan tenaga kerja. Dengan sumber daya yang melimpah baik bahan baku maupun tenaga kerja, sektor ini bisa menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong perekonomian,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, peritel di pasar global juga meyakini kalau pandemi saat ini akan bisa diatasi pada tahun 2021 mendatang sehingga membawa harapan yang lebih tinggi khususnya untuk sektor mebel dan kerajinan. Karena itu kehadiran International Indonesia Furniture Expo (IFEX) yang akan dihelat bulan Maret 2021 menjadi event yang sangat baik.

Industri mebel dan kerajinan menjadi salah satu anomali bisnis karena justru menunjukan tren peningkatan saat situasi pandemi Covid-19. Hal ini diharapkan bisa menjadi pendorong peningkatan perekonomian dengan besarnya potensi sumber daya material maupun tenaga kerja yang bisa dimanfaatkan.

Industri furnitur dan kerajinan Indonesia masih mencatatkan transaksi bisnis yang positif di tengah situasi pandemi Covid-19. Sektor ini terus menunjukan tren membaik khususnya memasuki kuartal keempat tahun 2020 yang membuat para stakeholder optimistis tren prositif ini akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perindustrian, nilai ekspor kayu olahan dan furnitur pada bulan Januari 2020 dari wilayah Jawa Timur senilai 146,21 juta dollar Amerika dan bulan Februari-Maret 2020 naik menjadi 155,06 juta dan 161,92 dollar Amerika. Di wilayah Cirebon maupun kawasan Jawa Barat lainnya nilainya juga terus meningkat.

Lebih lanjut lagi, data Global Trade Atlas 2020 mencatat ekspor funritur dari Indonesia ke Amerika periode Januari-Mei 2020 sebesar 582,11 juta dollar Amerika, meningkat hingga 51,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tinggi ini justru terjadi saat situasi pandemi dengan penerapan banyak aktivitas new normal.

Data-data ini menunjukan masih adanya kesempatan khususnya untuk sektor industri furnitur. Di masa pandemi, situasi new normal tidak menghalangi kegiatan ekspor-impor untuk terus berjalan terlebih di tengah situasi perang dagang Amerika dan Cina yang akan menciptakan peluang lebih besar bagi industri furnitur Indonesia.

Menurut Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur, industri furnitur dan kerajinan Indonesia akan terus menunjukan tren positif dan masa transisi terkait situasi pandemi harus bisa dimanfaatkan untuk terus meningkatkan penetrasi di pasar global yang bisa memberikan devisa pada negara menjadi lebih besar.

“Industri mebel dan kerajinan masih bisa tetap eksis bahkan terus meningkat di saat sektor yang lain terkena krisis. Ini bisa menjadi bantalan ekonomi yang kuat untuk konsidi eknomi dan menjadi jalan keluar negara untuk penyerapan tenaga kerja. Dengan sumber daya yang melimpah baik bahan baku maupun tenaga kerja, sektor ini bisa menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong perekonomian,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, peritel di pasar global juga meyakini kalau pandemi saat ini akan bisa diatasi pada tahun 2021 mendatang sehingga membawa harapan yang lebih tinggi khususnya untuk sektor mebel dan kerajinan. Karena itu kehadiran International Indonesia Furniture Expo (IFEX) yang akan dihelat bulan Maret 2021 menjadi event yang sangat baik.

IFEX kerap  menjadi acuan pasar furnitur Asia Tenggara sebagai tempat bertemunya para pengerajin lokal terbaik dengan international buyers dan ajang ini telah membuka jalan bagi pertumbuhan industri furnitur nasional. Hadirnya ribuan buyers dan pengunjung dari dalam dan luar negeri akan menjadi kesempatan emas untuk para pemain industri berekspansi ke pasar global. IFEX 2019 misalnya, telah menarik pengunjung mencapai 12 ribu orang dan transaksi on the spot mencapai 370 juta dollar Amerika.

Tahun ini IFEX tidak diselenggarakan karena pandemi dan tahun depan diharapkan ajang ini kembali bisa dilaksanakan secara offline.  Pihak penyelenggara akan mengupayakan untuk menampilkan produk-produk pengerajinn lokal di dalam product showcase sehingga bisa tetap nyaman unutk pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami sangat antusias untuk kembali menyelenggarakan ajang IFEX pada tahun 2021 mendatang karena kita sudah menjadi tujuan utama para pelaku  industri furnitur dunia yang mencari produk berkualitas. Kami juga terus melakukan penyempurnaan untuk persiapan ajang ini tahun depan sehingga bisa terlaksana dengan baik dan berdampak besar bagi perekonomian nasional,” beber Sobur.


Original article:
https://www.rumah.com/berita-properti/2020/11/194570/industri-mebel-dan-kerajinan-justru-meningkat-saat-pandemi
26
All pieces of furniture made from highly selected raw materials which as base of a high quality furniture which the company buy from legal government wood plantations under strict quality control.



For more info, please contact:
ELEGAN FURNITURE
Mochammad Noor ( Mr. Noor )
Sukodono Village, Rt. 04 / Rw. 05, Tahunan
Jepara 59425 – Central Java
Mobile: +62-81325550046 , +62-81325041418
Email: eleganfurniture(at)yahoo(dot)com ,  eleganexport(at)gmail(dot)com, info(at)eleganfurniture(dot)com
Website : www.eleganfurniture.com
27

Warehouse included for furniture finishing. Jepara Indo Furnture focuses on world quality products with Solid Teak Outdoor and Indoor Furniture.

Jepara Indo Furniture
Address:
   Jalan. Kemuning Raya
   Krapyak RT/RW: 5/9 Jepara
   Central java
   59421
   INDONESIA

Telephone:    +62 291 330 1937
Fax:    +62 291 330 1937
Mobile Phone Number:    +62 81 22806 2172
   http://www.jepara-indofurniture.com
28
Bina Antiek company produce goods such as : Dining Table, Coffee Table, Side Table, Round Table, Office Desk, Chair, Chest, TV Chest, Vitrine Cabinet / Shop Cabinet, Wardrobe, Corner Cabinet and etc. And also accept a special design according to customer's need. To maintain good service to customers, Bina Antiek strictly control the quality from raw frame until finishing step and final quality control before loading container.




OFFICE :
Jl. KH. Wahid Hasyim 167, Bapangan, Jepara
Telephone : +62.291.596649
Facsimile : +62.291.596649
Website : www.bina-antiek.com
Email : info(at)bina-antiek(dot)com
29


Antique Reproduction Furnitures and Teak Garden Furnitures. Supplies handcrafted antique reproduction furniture for both indoor furnishing, outdoor furnishing and commercial applications using Mahogany wood, Teak wood and Pine wood. Antiques Indonesia Furniture experienced in reproducing antique furnitures, custom built pieces for exterior and interior spaces of numerous resorts, hotels, restaurants/cafes, and many fine homes and gardens.

Company Name :   INA ANTIQUE FURNITURE
Address :   Jl. Wakhid Hasyim No 62 – Jepara RT 02 RW 03 Desa Bapangan Jepara - 59421 Central Java, Indonesia
Telephone :   +62 - 291 - 3407538
Fax :   +62 - 291 - 593095
Mobile :   +62 - 813 - 25442797
E-mail Address :   info(at)inaantique(dot)com, ina_antique(at)yahoo(dot)com
Website : www.inaantique.com
Contact Person :   Mr. Ahmad Faqih, Ms. Alifa Muamalah
30
Other Products Of Indonesia / Re: Tiga Rasa From East Java
« Last post by indonesiafurniture on October 09, 2020, 11:30:42 AM »
A type of nut which is mostly used as oils for health. One of the benefits is for a cosmetic product like soap and shampoo. This candlenut also used as Asian kitchen ingredients.



Tiga Rasa have previleged relationship with many of suppliers in many part in Indonesia and overseas, which enabled us to maintain our position also adding value through processing is fundamental to our strategy and enables us to provide consistently and good quality tp our local and overseas customers.

Contact Us :
PT. TIGA RASA INDONESIA
Margomulyo Indah I/B4-B5 Surabaya 60191, Indonesia
Phone    : +62 31 7480756 (Hunting)
Fax.       : +62 31 7480755, +62 31 7495570
E-mail    : info(at)tigarasagroup(dot)com
Http       : www.tigarasa.com
Pages: 1 2 [3] 4 5 ... 10