Recent Posts

Pages: 1 ... 8 9 [10]
91
Kata siapa tas kulit merk lokal kalah bersaing dibanding merk luar?

Banyak produk anak bangsa yang oke punya dan digemari oleh banyak perempuan di Indonesia, khususnya produk tas kulit. Bahkan untuk mendapatkan produknya pun sampai rebutan, lho!

Salah satu produk tas kulit asal Jogja yang bermerk Abekani bahkan bisa sold out ratusan buah dalam waktu 1 menit saja. Luar biasa bukan?

1. Abekani

Source Image : Instagram/abekani_jogja

Tas Abekani merupakan usaha dari mbak Tunjung yang berlokasi di Jogja. Ia membangun usaha ini bersama dengan suaminya yaitu mas Adi.

Workshop Abekani terletak di Perum Puri Potorono Asri C-18, Jl. Wonosari Km.8, Banguntapan – Bantul.

Merk ini memiliki ribuan die hard fans yang bahkan rela mengantri hingga setengah tahun untuk mendapatkan produknya.

Cara mendapatkan produk ini lumayan sulit karena menggunakan sistem rebutan dimana tas yang tersedia hanya puluhan saja, sementara peminatnya mencapai ribuan orang.

Sistem rebutan ini diterapkan di FB page dengan menggunakan google documents.

Kulit yang digunakan oleh Abekani  merupakan kulit sapi dengan bermacam kategori diantaranya pull up, Italian leather, krom, nabati dan suede.

Harga sebuah tas Abekani cukup terjangkau dimana rata-rata tidak mecapai satu juta rupiah.

Saat ini Abekani juga memiliki tas berwarna pastel seperti pink, sky blue dan mint sehingga cocok untuk kamu yang feminim.

2. Lucce bags by novelli

Source Image : Instagram/lucce_bags_by_novelli

Sesuai namanya Lucce bags merupakan buatan mbak Novelli. Pusat lokasi usahanya berada di Jogja.

Ciri khas tas lokal ini adalah detail patchwork yang indah dan menawan yang dijahit dengan jahitan tangan (hand made) sehingga untuk pembuatan sebuah tas membutuhkan waktu dan ketelitian yang cukup lama

Oleh karena itu harga yang ditawarkan cukup tinggi yakni sekitar dua juta rupiah.

Kalau kamu tidak punya budget sebesar itu, kamu bisa membeli produk lainnya seperti pouch atau dompet yang range harganya berkisar lima ratus ribu rupiah saja.

Pola patchwork yang ditawarkan antara lain motif parijoto, kawung, bunga dan garis.

3. Ezmour Leather

Source Image : Instagram/ezmour_leather

Tas hasil karya Reza Yuliani sedang digemari oleh banyak perempuan Indonesia. Model yang trendy dan harga yang cukup bersahabat menjadi salah satu alasannya.

Selain memproduksi tas, Reza juga memproduksi sepatu kulit yang cantik. Koleksi ezmour leather bisa kamu dapatkan di store nya yang berlokasi di Jl. Raya Pondok Rajeg no. 7, Cibinong.

Saat ini FB page Ezmour leather sudah diikuti lebih dari 11.000 penggemarnya.

Beberapa waktu yang lalu Reza mengadakan meet up dengan para penggemar Ezmour di salah satu hotel bintang 5. Tiket acaranya pun ludes terjual. Fantastis, ya?

4. Aira

Source Image : Instagram/airabagstore

Tas kulit asal Jogja ini tidak kalah kualitasnya dibanding merk lain.

Kamu dapat mendapatkan tas ready stock di workshop mereka. Harga yang ditawarkan masih dibawah satu juta rupiah.

Aira tidak hanya menyediakan tas untuk perempuan, tetapi juga untuk laki-laki.

Warna yang ditawarkan ada berbagai macam, tetapi Aira tidak memproduksi tas berwarna pastel.

5. Berliano

Source Image : today.line.me

Berliano adalah salah satu produk tas kulit yang memiliki banyak penggemar seperti halnya tas Abekani.

Itulah yang membuat brand ini menghebohkan Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) tahun 2017 yang lalu.

Para penggemarnya berdesakan di stand tersebut sehingga berimbas pada stand lain yang tertutup akibat antrian pembeli Berliano.

Ciri tas Berliano adalah kulit tas-nya diberi motif timbul berupa berbagai macam batik.
Itulah 5 merk tas kulit lokal yang berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau.

Tidak kalah lho sama tas kulit luar negeri.

Yuk cintai produk anak bangsa!

Source : today.line.me
92
Solusi Promosi Produk Indonesia / Pengrajin Sandal Jepit Kuta Digemari Wisman
« Last post by suhartono on February 18, 2020, 11:50:05 AM »

Sumber: bali.antaranews(dot)com

Pengusaha kerajinan sandal jepit bermotif khas Bali di kawasan Kuta, Badung, Bali, mengaku hasil kerajinannya tersebut sangat digemari para wisatawan mancanegara
     “Sandal yang dikirim ke berbagai daerah di Bali biasanya yang beli turis-turis luar negeri. Biasanya mereka tertarik karena model dan motifnya yang unik” ujar Robiah Yasir, seorang perajin sandal bermotif di kawasan Jalan Pelita, Kuta, Rabu.
     Ia mengatakan, biasanya wisatawan mancanegara tersebut membeli sandal produksinya di sejumlah tempat wisata seperti di kawasan Kuta, Sukawati dan Ubud dan juga di sejumlah toko pusat oleh-oleh.
     “Kalau di toko oleh-oleh kebanyakan yang beli warga lokal. Tapi selain dijual di Bali, sandal jepit yang kami produksi juga dikirim  ke sejumlah daerah lain di Indonesia seperti Jawa Barat” katanya.
     Sandal jepit yang diproduksi di kawasan itu biasanya yang dihias dengan sejumlah motif tersusun dari manik-manik dan hiasan berbagai warna dan motif bunga.
     Dalam sehari, Robiah yang dibantu sekitar 30 orang pekerjanya mampu menyelesaikan pembuatan sekitar 100 pasang sandal yang telah dihias dan dirangkai dengan sejumlah motif manik-manik yang dijahit dengan senar.
     “Bahan-bahan hiasannya ini saya beli di Denpasar. Kami tinggal merangkai sesuai motif dan warna yang diinginkan. Untuk pekerja mendapat upah Rp1.000 per pasang sandal yang dihias” katanya.
     Perajin yang sudah 10 tahun berkecimpung dalam usaha sandal jepit itu mengaku menjual sandal jepit khas Bali itu dengan harga sekitar Rp 9 ribu hingga Rp11 ribu per pasang, tergantung motif dan ukuran sandal.
     “Penjualannya ini lumayan, dalam seminggu permintaan dari konsumen bisa mencapai 1.000 pasang sandal,” katanya.

Sumber: bali.antaranews(dot)com
93
Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun 2020 ini berencana membangun pusat kuliner di kawasan objek wisata Danau Nibung, untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata di daerah itu.

"Salah satu fasilitas yang akan dibangun di objek wisata Danau Nibung 2020 adalah pusat jajanan atau kuliner. Kami akan membangun tiga unit los untuk pedagang yang menjual kuliner dan produk lokal," kata Kepala Dinas Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mukomuko Apriansyah melalui Kabid Pariwisata Yulia Reni di Mukomuko, dilansir Antara.

Source Image : Kuliner Indonesia. Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga setempat tahun 2020 ini mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk sektor pariwisata sebesar Rp3,8 miliar, sebagian dana tersebut akan dipakai untuk membangun pusat kuliner itu.

Ia menyebutkan dana sektor pariwisata di daerah ini yang dibutuhkan untuk kegiatan pembangun pusat kuliner berupa tiga unit los untuk pedagang di objek wisata Danau Nibung sekitar Rp600 juta.

Ia mengatakan instansinya membangun tiga unit los untuk menjual kuliner dan produk lokal setempat di dalam lokasi objek wisata Danau Nibung akan menambah los yang sudah ada selama ini.

"Sebelumnya di dalam kawasan Danau Nibung sudah ada dua unit los, kami tambah lagi untuk pedagang yang menjual kuliner dan produk lokal," ujarnya.

Sedangkan pelaksanan pengerjaan pembangunan menara pandang dalam lokasi objek wisata Danau Nibung akan mengikuti aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Rencana pembangunannya dalam waktu dekat ini, tetapi tetap kegiatan pembangunan fisik menara tetap berpedoman dengan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dana alokasi khusus sektor pariwisata sebesar Rp3,8 miliar tersebut tidak hanya untuk kegiatan pembangunan pusat kuliner saja tetapi juga menara pandang, pemasangan lampu taman, pembangunan gazebo, Landskap, lampu taman, tempat ibadah, los dagang dan juga sarana air bersih.

Source : liputan6(dot)com
94
Artikel Tentang Produk Indonesia / Produk Elektronika Indonesia Yang Mendunia
« Last post by aldionwahyu on February 17, 2020, 11:06:57 AM »
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak potensi sebab Indonesia memiliki generasi muda yang kreatif.

Bahkan beberapa produk Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Sebagai warga Indonesia, kita patut berbangga sebab produk dalam negeri juga mampu eksis di taraf internasional.

Sudah tahu apa saja produk karya anak bangsa?

Berikut produk-produknya :


1. Polytorn
Source Image :LOGO POLYTRON (wikipedia)

Perusahaan yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah ini didirikan sejak 16 Mei 1975.

Awalnya Polytron merupakan sebuah perusahaan elektronik yang bernama PT. Indonesia Electronic & Engineering.

Kemudian pada 18 September 1976 berubah nama jadi PT. Hartono Istana Electronic.

Pendiri Polytron adalah Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Siapa sangka, Polytron adalah anak perusahaan dari Djarum Grup di luar produk rokok.

Kini produk-produk dari Polytron meliputi TV baik berbentuk LED maupun tabung, smarthphone, Audio system dan masih banyak lagi.

Bahkan Polytron juga membuat perabotan rumah tangga seperti AC, mesin cuci, dan kulkas.


2. Advan
Source Image : LOGO ADVAN (google)

Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar brand ‘Advan’?

Ya, Advan lebih dikenal sebagai produk smartphone.

Advan yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1998 itu ternyata sudah bekerjasama dengan beberapa negara seperti Korea, Amerika dan beberapa negara di Asia Pasifik.

Menurut situs resmi Advan, advandigital.com, Advan bekerjasama dengan supplier brand dunia seperti Largan yang digunakan oleh merk ternama smartphone buatan

Amerika, chip Camera dari produsen terbesar di Korea, satu satunya dari Indonesia sebagai Google Mobile Partner dan masih banyak mitra bisnis kelas dunia lainnya yang bekerjasama dengan Advan untuk menghasilkan produk teknologi kelas dunia.

Tapi bukan hanya smartphone, Advan juga membuat produk TV, laptop, tablet, bahkan flashdisk.


3. Axioo
Source Image : LOGO AXIOO (google)

Axioo adalah salah satu perusahaan elektronik di Indonesia yang memproduksi atau menyediakan komputer, Notebook/Laptop, telepon pintar, tablet dan lain sebagainya.

Axioo berdiri sejak tahun 2004 dan berpusat di Jakarta.
Pendiri Axioo adalah David Kartono.

Kini Axioo telah dikenal di Indonesia bahkan luar negeri sebab Axioo juga membuka pelayanan hingga ke seluruh dunia.

Diketahui, Axioo pernah mendapatkan penghargaan kategori produsen notebook pertama di Indonesia yang menggunakan proseseor intel 2D generasi core i7.


4. MITO
Source Image : LOGO MITO (google)

MITO berdiri sejak 2004 lalu.

Tahun 2012, MITO mendapatkan Top 3 vendor ponsel terbesar di Indonesia dengan pertumbuhan market share yang makin tinggi dan channel distribusi yang merata di seluruh Indonesia.

Tahun 2013, MITO membangun pabrik di Tangerang dan telah memiliki lebih dari 1.000 karyawan

Brand yang berlokasi di Tangerang ini memiliki lebih dari 1.000 karyawan.

MITO juga menjalin kerjasama dengan beberapa operator besar di Indonesia.

Prestasi MITO pun tak perlu diragukan sebab MITO pernah meraih Indonesia Golden Ring Award, The Most Favourite Phone, Best Seller Mobile, The Most Innovative Phone dan banyak lagi.


5. Evercross
Source Image ; LOGO EVERCOSS (google)


Diketahui, sebelumnya Evercoss lebih dikenal dengan nama Cross Mobile.

Namun sejak 20 September 2013, Cross Mobil berganti nama jadi Evercoss.

Kantornya berpusat di Semarang, Jawa Tengah.

Brand milik PT Aries Indo Global tersebut telah dikenal di seluruh wilayah Indonesia.

Bahkan juga merambah ke pasar internasional khususnya di Asia Tenggara.

Source : surabaya.tribunnews.com
95
Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Hal ini terlihat dari banyaknya anak bangsa yang mencurahkan kepintaran mereka, untuk menciptakan teknologi baru yang memudahkan kehidupan. Bahkan, tak sedikit teknologi karya anak bangsa yang terkenal di dunia internasional.

Berbagai inovasi diciptakan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia. Baik untuk manusia itu sendiri, maupun untuk membuat lingkungan hidup yang lebih baik untuk ditinggali.

Apa pun latar belakangnya, segala inovasi anak bangsa sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus.

Pendidikan adalah modal utama dalam hal mendapat pengetahuan untuk menciptakan sebuah inovasi. Tak heran jika inovasi teknologi karya anak bangsa berikut ini, banyak yang dicetuskan oleh kaum akademisi, baik siswa maupun mahasiswa. Apa saja terobosan baru yang unik itu?

1. Sepeda Motor Listrik
Source Image : Sepeda Motor Gesit | Foto: Suara Burung Lovebird

Indonesia adalah negara dengan populasi sepeda motor yang sangat banyak, sehingga pencemaran udara semakin parah, terutama di kota besar. Itulah yang mendasari mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS) menciptakan sebuah sepeda motor yang bertenaga listrik.

Diberi nama Gesits, sepeda motor ini menggunakan baterai berukuran 5kWH sebagai motor penggerak. Untuk sekali pengisian penuh, baterai tersebut mampu digunakan untuk perjalanan sejauh 80 bahkan 100 kilometer. Ketika baterai habis, hanya butuh waktu 4 jam saja untuk pengisian ulang sampai penuh kembali.

2. Tempat Sampah Pintar
Image source : Smart Trash Can | Foto: Copywriting SEO

Gede Herry Arum Wijaya, seorang mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya, memiliki kegundahan terkait tata kelola sampah di Indonesia. Hal itu membuatnya menciptakan sebuah tong sampah berteknologi khusus, yang ia namakan Smart Trash Can.

Tong sampah itu memiliki teknologi sensor yang bisa mengelompokkan jenis sampah, sehingga mulut tong akan terbuka sesuai klasifikasi sampah. Misalnya sampah rumah tangga, metal, sampah plastik, bahkan sampah kaca.

Sungguh sebuah teknologi karya anak bangsa yang bermanfaat bukan?

3. Sehati TeleCTG

Terobosan di dunia kesehatan ini adalah teknologi karya anak bangsa yang prospektif. Sebab, TeleCTG adalah pengembangan dari mesin CTG konvensional. Dengan TeleCTG, bidan dapat memantau kesahatan ibu dan janin, bahkan di lokasi terpencil sekalipun.

Perangkat TeleCTG berukuran mini, sehingga mudah dibawa. Untuk penggunaan, tinggal hubungkan perangkat TeleCTG dengan smartphone. Kegiatan pemeriksaan kandungan pun menjadi lebih mudah.

Source : goodnewsfromindonesia.id
96
Di tangan Wahyudi (38), warga Kampung Kamurang, RT 02 RW 04, Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, kertas koran bekas mampu disulapnya menjadi barang yang bernilai tinggi. Tak tanggung-tanggung, peminatnya pun menyasar hingga turis mancanegara. Tinggal di rumah sepetak di bilangan Citeureup, pria kelahiran Jakarta ini menghabiskan waktunya untuk membuat replika seperti motor, becak, perahu, bingkai foto, hingga lampu hias dengan menggunakan bahan dasar koran bekas. Hasil karya Yudi, sapaan akrabnya, dibanderol dengan harga bervariasi tergantung tingkat kesulitannya, mulai dari yang termurah Rp 50.000 hingga Rp 1 juta.


Sumber: money.kompas(dot)com

“Kebetulan waktu itu ada pameran di pabrik Indocement. Eh, ada turis asal Jerman yang berminat. Akhirnya, tiga replika perahu dan dua becak pun dibeli,” tuturnya kepada Kompas.com, baru-baru ini. Sebelum menggunakan kertas koran, Yudi sempat mencoba membuat replika menggunakan bahan dasar lainnya, seperti bambu dan botol air mineral bekas. Namun, hasilnya kurang maksimal.

“Sebetulnya, saya mulai membuat kerajinan tangan ini sejak tahun 2005 lalu, hanya saja menggunakan bambu dan botol bekas. Baru delapan bulan lalu, saya mencoba menggunakan koran bekas dan ternyata hasilnya lebih bagus dan menarik perhatian masyarakat,” ungkapnya. Dengan modal koran bekas dan lem kayu, Yudi mulai memamerkan hasil karyanya dalam berbagai pameran mulai di JCC (Jakarta Convention Center) dan berbagai pameran lainnya di wilayah Bogor. "Terakhir saya ikut pameran di Gedung Kesenian Kabupaten Bogor. Alhamdulillah, Pak Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor membeli satu perahu layar buatan saya," imbuh Yudi. Boleh dibilang, Yudi orang pertama kali di wilayah Citeureup yang memanfaatkan kertas koran menjadi karya yang bernilai ekonomi sehingga dia mampu menafkahi kebutuhan keluarganya.

Namun, pemasaran yang dilakukan Yudi masih terbilang klasik, belum memanfaatkan teknologi dan jejaring sosial. "Mungkin ke depannya saya akan mempromosikan hasil karya saya di jejaring sosial. Dan, hasil karya tangan saya tidak hanya replika motor, becak maupun perahu layar. Namun, beberapa khas yang berkaitan dengan Bogor," pungkasnya.

Sumber:money.kompas(dot)com
97

Sumber: surabaya.liputan6(dot)com

Berawal dari coba-coba, pasangan suami istri di Sidoarjo, Jawa Timur ini membuat usaha kerajinan berbahan kantong bekas terutama dari kantong sak semen bekas.

Weny Idrasari bersama suaminya, Sutiyono meraup pundi-pundi rupiah dari aneka kerajinan seperti tas. Karya pasangan suami istri ini cantik dan unik serta terkesan mewah yang  dipajang di etalase rumahnya, Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) 2, di Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pasangan suami istri ini membuat aneka kerajinan dari kantong atau sak semen bekas. Sejumlah kerajinan dibuat mulai dari tas, dompet, tempat tisu hingga tutup galon air.

Usaha ini bermula pada 2010, ada perlombaan Sidoarjo Bersih dan Hijau dengan salah satu kriteria pemanfaatan limbah sampah, menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Tak disangka, kerajinan tas berbahan dasar kantong semen bekas, karya Weny dan suaminya, menarik perhatian banyak orang. Hingga diminta mengikuti berbagai ajang pameran UMKM di seluruh tempat.

Kini produk tas kreasi kantong semen bekas ini sudah dikenal di berbagai daerah di Tanah Air, bahkan produk ini juga pernah dikenalkan ke Korea Selatan oleh pelanggannya.

Sumber: surabaya.liputan6(dot)com
98
Artikel Tentang Produk Indonesia / Limbah Kayu Dan Kulit Di Jadikan Kaca Mata
« Last post by suhartono on February 13, 2020, 04:38:23 PM »
Kreativitas anak muda negeri ini seakan tak ada habisnya. Salah satunya terlihat dari berbagai kreasi produk yang dihasilkan dengan memanfaatkan limbah. Hal ini dilakukan oleh Eastwood, salah satu UKM yang mengolah limbah kayu dan limbah kulit menjadi produk yang dijual dengan harga ratusan ribu rupiah. Bagaimana cerita produk kayu dan kulit kreasi Eastwood? Eastwood merupakan salah satu pioner brand kacamata kayu di Indonesia yang berdiri pada awal 2013 dan telah memiliki toko sendiri di Solo, Jawa Tengah.

Sumber : Kompas(dot)com

Sebuah kacamata kayu dibanderol sekitar Rp 585.000-Rp 615.000. Sementara, untuk tas trap dijual seharga Rp 645.000. "Kami bermain di limbah kayu menjadi kacamata kayu dan sekarang mencoba bergelut melebarkan produk menjadi limbah kulit juga," ujar Publisher Online dan Offline Eastwood Store, Noor Wiwid Wijayanto saat ditemui di Bekraf Festival 2019, yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/10/2019).

Pria kelahiran 1989 ini, mengungkapkan, kacamata kayu adalah produk pertama dari Eastwood yang terbuat dari limbah kayu berjenis jati dan sono keling.

 Menurut dia, dua jenis kayu ini terkenal tahan lama dan tidak riskan patah. "Limbahnya kami dapat dari beberapa perajin kayu, seperti stand gitar, sementara untuk engsel kacamata diambil dari kamprat motor atau komponan motor," ujar Wiwid. Untuk limbah-limbah kayu yang terkumpul ini, ia mengaku mendapatkannya dari Solo, dan luar kota Solo, seperti di Magetan, dan Ngawi.

Sumber : Kompas(dot)com
99
Artikel Tentang Produk Indonesia / Motif Batik Solo Dan Jogja
« Last post by suhartono on February 13, 2020, 03:52:24 PM »
Source Image : liputan6(dot)com

Batik sudah menjadi bagian kehidupan dari berbusana masyarakat di Indonesia. Bahkan, batik diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia yang harus tetap dijaga kelestariannya.

Beragam motif batik juga terus bermunculan seiring perkembangan zaman. Dari sekian banyak motif batik yang ada di Indonesia, ada batik khas Yogya dan Solo yang menjadi incaran para pecinta batik.

Mengutip dari buku Cerita Batik Iwet Ramadhan, Jumat (14/12/18), kedua batik tersebut memiliki perbedaan jelas yang signifikan dan menarik untuk dikulik. Perbedaan yang paling menonjol ialah pemilihan warna latar dasar pada kain batik.

Warna terang dominan putih biasanya banyak ditemui pada batik khas Yogya. Namun, batik Yogya pun bisa tampil dalam warna gelap. Kain batik itu akan tampil dalam warna gelap kebiruan yang muncul akibat proses pencelupan warna biru yang dilakukan berkali-kali dari tanaman indigo.

Sementara batik khas Solo, pemilihan latar dengan warna sogan dan cenderung gelap masih dipertahankan oleh Susuhunan Pakubuwono III kala itu. Saat ingin menampilkan batik dalam warna gelap, batik Solo akan berada pada warna hitam kecokelatan yang merupakan hasil dari pencelupan berulang yang dilakukan pada warna cokelat sogan.

Terlihat gagah dan menonjol, batik Yogya memiliki cara unik yang sangat terlihat, lantaran pengrajin membubuhi prodo yang ada, hampir di seluruh corak dan isennya. Sebaliknya, batik khas Solo lebih terlihat anggun dan tenang karena hanya garisan luar corak dan isennya saja yang dilapisi prodo. 

Prodo adalah hiasan emas yang dibubuhi pada kain batik sebagai penambahan aksen bermotif. Biasanya, perbedaan gaya ini tercermin dari cara pengrajin batik dalam memprodo batik masing-masing daerah. Jadi, sudah tidak bingung lagi membedakan batik Yogya dan Solo kan? (Mariany)
 
sumber: liputan6(dot)com
100


Office & Warehouse;
Jl. Raya Jepara-Lebak KM. 5.
Wonorejo RT04 RW01.
Jepara 59431.
Central Java.
Indonesia.
contact person: Eko Prasetyo

Phone/Fax; (+62-291) 429-7000.

E-mail: info[at]mahoganycrafter[dot]com
Website: www.mahoganycrafter.com
Pages: 1 ... 8 9 [10]