Recent Posts

Pages: [1] 2 3 ... 10
1
Artikel Tentang Produk Indonesia / Penurunan Pertumbuhan IKM Terdampak Daya Beli
« Last post by Dini Vianty on August 11, 2017, 03:43:20 PM »
Bisnis.com, LAMONGAN – Kementerian Perindustrian menyebut perlemahan pertumbuhan industri kecil dan menengah selama kuartal II/2017 ini disebabkan terutama oleh daya beli masyarakat yang sedang lesu.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan berbagai sektor IKM pada kuartal kedua tahun ini memang mengalami penurunan penjualan.

“Misalnya saat pameran GBN [Gelar Batik Nusantara] paada awal Juni lalu di JCC Senayan Jakarta. Pada pameran tahun ini, nilai penjualan mereka turun 30% kalau dibandingkan dengan transaksi tahun sebelumnya,” jelas Gati di Lamongan, Jawa Timur, pada Senin (7/8/2017).

Gati mengungkapkan bukan hanya IKM, saat ini seluruh industri baik skala besar maupun skala kecil memang sedang mengalami penurunan penjualan. Order industri berkurang karena masyarakat menahan membelanjakan uangnya.

Pertumbuhan industri manufaktur sedang dan besar nasional melambat pada triwulan kedua tahun ini dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan melambat meski pada kuartal II/2017 industri menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan puasa dan Lebaran.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan selama kuartal kedua 2017, industri besar dan sedang (IBS) hanya tumbuh 4% (year-on-year/yoy).  Pertumbuhan tersebut merupakan yang terkecil dibandingkan dengan kuartal II/2016 sebesar 5,06% dan kuartal II/2015 sebesar 5,25%.

Selain IBS, BPS mencatat industri manufaktu mikro dan kecil (IMK) juga mengalami perlambatan. Sektor IMK hanya tumbuh 2,5% pada kuartal II/2017 (yoy). Pada kuartal II/2016 dan kuartal II/2015, IMK tumbuh masing-masing 6,56% dan 4,57%.

Menurut Gati, pemerintah masih perlu menciptakan kebijakan-kebijakan yang berorientasi meningkatkan daya beli masyarakat sehingga kinerja industri skala besar, menengah, dan kecil akan kembali pulih.

source : bisnis(dot)com
2
Bisnis.com, LAMONGAN -- Kementerian Perindustrian mendorong para santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren untuk terlibat langsung dalam menumbuhkan industri kecil dan menengah. Upaya itu dituangkan ke dalam program Santripreneur.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan pemerintah mengusung program Santripreneur sejak 2013 dan telah melakukan pembinaan pada lima Pondok Pesantren (Ponpes) di beberapa provinsi.

"Setiap tahun kami melaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya pada pengembangan IKM di lembaga keaagamaan, termasuk Ponpes," ujar Gati saat mengunjungi Ponpes Sunan Drajat di Lamongan, Senin (7/8).

Beberapa wilayah yang Ponpes-nya telah mendapat pembinaan dari Kemenperin yaitu Kabupaten Kebumen-Jateng, Kabupaten Garut-Jabar, Kabupaten Tasikmalaya-Jabar, dan Kabupaten Pacitan, Jatim.

Gati menjelaskan pusat pendidikan seperti Ponpes amat potensial sebagai lokasi tumbuh kembang IKM. Apalagi, jumlah Ponpes di Indonesia tergolong amat besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, pada 2014 terdapat 27.290 lembaga Ponpes dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang.

Adapun, Ponpes Sunan Drajat merupakan satu dari 13 lokasi pilot project program Santripreneur sepanjang tahun ini. Ponpes dengan jumlah santri mencapai 12.000 orang tersebut telah mengembangkan industri skala kecil-menengah.

Ponpes Sunan Drajat telah mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasional lembaga tersebut karena memiliki beberapa unit industri seperti Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek Aidrat, minuman ringan berupa jus mengkudu, Kemiri Sunan, Garam Samudera, dan pupuk.

Di Ponpes Sunan Drajat, Kemenperin memberikan bantuan peralatan pembuatan bakso ikan, yang akan menjadi unit bisnis baru di lembaga itu.

Pengasuh Ponpes Sunan Drajat KH Abdul Ghofur menyampaikan pihaknya mendorong lahirnya wirausahawan di pesantren tersebut sehingga saat lulus dari Ponpes, santri dapat mengaplikasikan ilmunya pada lingkungan sekitar.

"Kami merupakan Ponpes yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasional di dalam lingkungan Ponpes karena memiliki beberapa unit industri sendiri," terang KH Abdul.

Source : bisnis(dot)com
3
Bisnis.com, JAKARTA- Ciputra Entrepreneurship Center menghadirkan guru besar bidang entrepreneurship Uni Eropa untuk melatih sejumlah guru dan pengajar perguruan tinggi di Indonesia.

Direktur bidang Kerja Sama Internasional Ciputra Entrepreneurship Center (CEC) Ivan A. Sandjaja mengatakan dengan kehadiran Johannes Lindner, meski singkat, diharakjan bisa memberikan bekal bagi para pengajar.

Lindner memberikan workshop bertajuk 21st Century Education Model Workshop: Creativity Based Teaching to Induce Students Innovative Mindset bagi pendidik mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Acara itu diadakan CEC di Ciputra World I pada 7-8 Agustus 2017.

“Entrepreneurship itu bisa mengembangkan pola pikir [anak didik],” kata Ivan di sela kegiatan pelatihan para guru dan dosen Indonesia oleh Lindner, Selasa (8/8/2017).

Entrepreneurship diyakini merupakan solusi untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Apalagi guru sekarang ini usianya berkisar 30 tahun-50 tahun, ujarnya, berbeda generasi dengan anak didik.

Dia mengatakan jika pendidikan dulu mengajarkan disiplin bisa dengan ancaman sabetan penggaris, kini hal tersebut tak bisa dilakukan.

Jika dulu wajib menghapal materi, maka generasi saat ini tinggal membuka Internet, misal lewat mesin pencari informasi Google.

Seperti diketahui Johannes Linder merupakan pakar entrepreneurship tenama dunia.

Dengan pengalamannya, Lindner diharapkan memberikan pembekalan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang bisa diimplementasikan di sekolah dan perguruan tinggi.

Lindner pada Rabu (9/8/2017), rencananya juga akan menjadi salah satu pembicara dalam perhelatan Indonesia Development Forum yang diselenggarakan Bappenas.

Source : Bisnis(dot)com
4
TANGERANG - Kantor Cabang Utama PT Angkasa Pura II menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp675 juta kepada warga sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Ada 26 mitra binaan usaha kecil menengah (UKM) yang mendapat bantuan penyaluran tahap II di 2017 tersebut. Bantuan tersebut diberikan langsung di ruang Cendrawasih Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta.

Branch Communications Manager PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Dewandono Prasetyo Nugroho menjelaskan, total dana yang dikucurkan untuk 26 UKM di wilayah kerja BUMN pelayanan ke bandar udaraan tersebut mencapai Rp675 juta. Nilai bantuan yang disalurkan kepada masing-masing UKM tersebut bervariasi, bergantung kepada jenis usaha dan kemampuan pengembalian pinjaman.

“Program kemitraan ini untuk mengembangkan UKM sehingga bisa meningkatkan daya saing dan memacu perekonomian masyarakat,” tutur Prasetyo dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Senin (31/7/2017).

Prasetyo mengatakan, pinjaman lunak kepada pengusaha kecil dan menangah tersebut diberikan dengan suku bunga enam persen per tahun dengan masa angsuran maksimal 24 bulan.

“Besaran yang disalurkan nominalnya variatif, sesuai dengan kebutuhan masing-masing mitra binaan, sekitar Rp10 juta dan maksimal Rp50 juta,” katanya.

Adapun mitra binaan yang diberikan bantuan dengan jenis usaha sektor jasa, industri hingga perikanan. Sementara untuk bantuan kali ini, menyasar kepada 12 warga Kota Tangerang dan 14 warga Kabupaten Tangerang.

"Diharapkan, pengusaha kecil dan menangah di wilayah kota, kabupaten dan Tangsel dapat terbantu dalam mengembangkan usahanya," ujarnya.

Menurutnya, dana pinjaman yang disalurkan ini sejalan dengan keputusan Menteri BUMN No. Per 08/MBU/2013 Tanggal 10 September 2013 yang menyatakan setiap BUMN diharuskan menjadi mitra bagi pengusaha kecil dan menengah di wilayah BUMN tersebut melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Komarudin mengatakan, dari total 26 mitra binaan yang mendapatkan bantuan, 12 diantaranya merupakan mitra binaan lanjutan. Setiap mitra binaan yang akan mendapatkan bantuan, harus memenuhi syarat terlebih dahulu seperti diperiksa kebenaran usahanya. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi pemberian bantuan fiktif.

“Kita pun memberikan bantuan kepada pengusaha lainnya untuk mengembangkan usahanya. Jadi seluruh pengusaha kecil di kota dan  Kabupaten Tangerang dan Tangsel akan mendapatkan bantuan melalui program ini," jelasnya.

Source : sindonews(dot)com
5
MAKASSAR - Dunia kini masuk dalam era teknologi digital. Hal ini sangat mempengaruhi segala lini kehidupan. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristedikti) Mohamad Nasir, mendorong mahasiswa untuk mengembangkan startup.

Nasir mengatakan, startup tidak bisa lepas dari riset. Oleh karenanya, penting melakukan riset ditahap awal sebelum membangun sebuah startup. Lebih lanjut Nasir menjelaskan, syarat produk inovasi yang siap di startup kan adalah telah memiliki tingkat kesiapan teknologi pada level 7.

Tingkat level dimulai dari basic research yaitu mendesain riset sebagai langkah awal menciptakan inovasi, kemudian dilanjutkan dengan prototipe, dan diakhir dilakukan ujicoba dan dikembangkan di skala industri.

"Kalau uji coba berarti sudah lolos laboratorium dan memiliki value. Pada level 7 berarti perusahaan sudah siap untuk menstartup kan, masuk skala industri. Kita akan terapkan ini kepada seluruh peneliti," ujar Nasir dalam sambutannya di Forum Startup Nasional di Universitas Negeri Makassar, Jumat (11/8/2017).

Nasir mendorong para peneliti untuk menggalakan riset. Riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah semata tetapi juga harus berlanjut pada tahap prototipe dan komersialisasi. Namun demikian, Nasir menekankan bahwa suatu produk inovasi tidak ada artinya jika berharga mahal, umur ekonomis pendek, dan pengerjaan rumit.

Nasir mencontohkan startup-startup di luar negeri yang banyak sukses dan menjadi perusahaan raksasa di dunia. Seperti di Amerika berada di Solicon Valley dan Jepang berada di Sukuba. Namun lebih dari itu, ia mengimbau agar startup yang dilahirkan bersifat efisien sehingga memiliki nilai ekonomi.

"Inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi bagaimana kita startup kan agar memiliki nilai ekonomi. Tidak ada artinya bila inovasi harganya mahal, pengerjaan susah. Efisiensi yang kita lihat. Harus kompetitif plus efisien. Ini hal yg sangat penting kalau mau mengembangkan startup," paparnya.

Ia mencontohkan produk inovasi yang telah di startup kan yaitu Kapal Nelayan Pelat Datar yang diluncurkan oleh Wakil Presiden pada puncak peringatan Hakteknas. Produk ini harganya murah, lebih murah dari kapal berbahan kayu maupun fiber. Dari sisi umur ekonomis, kapal ini memiliki umur pemakaian yang lama bisa sampai 30 tahun. Dan dari sisi pengerjaan, kapal ini lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan pengerjaan kapal pada umumnya.

Sementara itu terkait permodalan startup, mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro itu mengimbau inventor tidak perlu khawatir.

“Kalau startup ini punya daya saing bagus, pasti diincar oleh investor," papar Nasir. Lebih lanjut ia mengatakan akan membantu memediasi antara inventor dengan investor. Menurutnya hal itu sudah menjadi tugas kementerian.

Source : okezone(dot)com
6
SeputarUKM, Pada era digital  ini sangat berpengaruh perkembangan bisnis dan ekonomi. Persaingan pun semakin besar. Siapa yang tidak dapat berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman akan tergilas dengan sendirinya.  Entrepreneur Club Indonesia (ECI) bekerjasama dengan AMA Indonesia DKI Jakarta menggelar talkshow yang bertajuk “Its Not Digital Business But Business In Digital Era” yang diadakan di salah satu kafe di bilangan Mall of Indonesia, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

ECI terbentuk dari media digital, mulai dari group whatsap hingga media sosial lainnya . “wadah berkumpulnya teman-teman seprofesi, ternyata berkembang hingga 400 yang bergabung sehingga sekarang kita menyebut ECI sebagai networking,” kata Pinpin Bhaktiar selaku ketua ECI saat ditemui usai talk show di bilangan Mall of Indonesia, Jakarta, Rabu (30/3).

Menurut Pinpin yang juga merupakan seorang entrepreneur sebenarnya suatu pertanyaan besar tentang era digital ini. Digital yang seperti apa, sebab jika ditelaah bisnis digital itu bermacam-macam. “Digital sebagai kanal, chanel penjualan, digital sebagai media promosi, atau digital sebagai corporate bisnis,” tambah Pinpin.

Sebagian anggota ECI pun sedang menerapkan bisnis di era digital. Karena itu talkshow bisnis di era digital ini menjadi suatu yang menarik untuk didiskusikan. Banyak yang beralih ke digital sehingga suka tidak suka kita harus belajar dan melek digital. ECI kata Pimpin mempunyai tiga nilai. “E=edukasi, kita ingin memberikan edukasi khusus pengusaha, C= conectivity, membangun komunitas yang baik, I=inspirational, mengembangkan generasi pemimpin,” pungkas Pinpin. (RA)

Source : seputarukm.com
7
SURABAYA - Kendala pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah sulitnya akses perkreditan. Pasalnya, ribuan UMKM di Indonesia banyak diangggap tidak bankable karena pelaku UMKM sendiri masih buta terhadap laporan keuangan. Bahkan, adapula pelaku UMKM yang laporan keuangannya bercampur dengan keuangan pribadi.

Menurut Pimpinan Sentra Kredit Kecil BNK Surabaya Hasan Supriadi, pelaku yang paham dan memiliki laporan keuangan sangat sedikit bahkan tidak sampai 10%. Rata-rata laporan keuangan ini digunakan untuk mengajukan kredit dan petugas bank yang membantu untuk membuat neraca perdagangan.

"Petugas akan menanyakan berapa penjualannya, berapa pengeluarannya, uang cash-nya berapa, tagihannya berapa, stoknya berapa dan berapa asetnya. Setelah itu petugas akan membantu membuatkan neraca dan laporan laba rugi," kata Hasan dalam sebuah diskusi dengan tema program kapasitas dan pengembanga UMKM, Selasa (23/5/2017).

Hasan menjelaskan, laporan keuangan ini sangat penting karena menjadi bukti apakah usaha tersebut sehat atau tidak. Sehingga, pihak bank dapat menilai dari laporan tersebut. Selain itu, dari laporan keuangan itu, pihak bank dapat memperkirakan berapa kredit yang akan diberikan kepada pelaku UMKM itu. "Laporan keuangan ini penting bagi pihak bank. Dengan itu, dapat diketahui apakah usaha itu sehat atau tidak," jelasnya.

Sementara kredit usaha kecil yang bisa diberikan kepada pelaku UMKM maksimal mencapai Rp500 juta. Jika lebih, maka skema yang akan diberlakukan adalah kredit komersial. Di BNI Surabaya wilayah Surabaya Utara, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang teralisasi hingga Mei diperkirakan mencapai Rp45 miliar hingga Rp 50 miliar. Sampai akhir 2017, diprediksi mencapai Rp100 miliar.

Sementara itu koordinator acara, Paring Waluyo, mengatakan bahwa dalam diskusi ini juga dilakukan pelatihan kepada sejumlah pelaku UMKM. Kata Paring, pelatihan ini sangat tepat untuk memajukan UMKM mengingat laporan keuangan adalah satu faktor penting untuk mengetahui kinerja mereka. Dari laporan keuangan dan neraca perdagangan itu akan terlihat apakah usaha mereka mengalami kemajuan atau kerugian.

"Dari sisi internal, mereka punya raport tentang usahanya, apakah membaik ataukah tidak. Untuk kepentingan keluar, seperti lembaga keuangan atau perbankan itu memudahkan untuk mengidentifikasi apakah layak atau tidak mendapatkan kredit, selain juga harus meenuhi persyaratan administrasi lainnya seperti NPWP. Tetapi dengan melihat portofolio arus kas, mereka bisa melihat apakah sehat ataukah tidak," pungkasnya.

Source : okezone(dot)com
8
JAKARTA – Industri kecil dan menengah (IKM) dinilai masih menjadi tumpuan pembangunan perekonomian nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan bertahannya sektor IKM di tengah gejolak perekonomian.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, IKM merupakan subsektor industri yang penghalang untuk masuk ke dalamnya (barrier to entry) hampir tidak ada. Industri ini, kata dia, dapat dilakukan nyaris oleh siapa pun dan di mana pun. ”Bahkan, sebagian IKM kita telah berhasil menembus pasar luar negeri atau terkait secara integral dengan industri besar,” ujar Menperin di Jakarta, Rabu 2 Agustus 2017.

Airlangga melanjutkan, sebagian dari IKM memang masih terbelit dengan masalah dasar seperti kekurangan bahan baku, desain yang belum berkembang, mesin dan peralatan yang belum up to date, serta masih kesulitan dalam mengakses sumber permodalan. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan program pembinaan dan pengembangan IKM.

”Kami meminta kepada para kepala dinas perindustrian dan perdagangan di daerah terus menggiatkan partisipasi masyarakat dalam mendorong pengembangan IKM serta lebih cermat memberikan perhatian terhadap mereka yang telah melakukan upaya nyata dalam membantu penumbuhan IKM di daerah,” tuturnya. Airlangga menambahkan, pemerintah juga tengah menggenjot produksi industri nasional lewat implementasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Salah satu yang ditekankan yaitu dengan mengutamakan pembelian industri atau produk IKM yang berada di berbagai wilayah Indonesia.

”Pada saat rapat kabinet kemarin, Presiden sudah menegaskan penggunaan industri nasional atau produk nasional akan lebih ditingkatkan, baik dari pembelian kementerian/lembaga, pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah, sehingga utilitas dan kapasitas industri nasional bisa ditingkatkan. Presiden akan memonitor pelaksanaan TKDN tersebut dan Kemenperin akan memberikan apresiasi kepada mereka yang menggunakan merek nasional secara masif,” terangnya.

Dalam rangka mendorong pengembangan industri dalam negeri, Menperin juga menyerahkan sebanyak 26 penghargaan kepada pelaku dan pemerhati industri dalam negeri, yang terdiri atas Penghargaan Upakarti, Penghargaan Desain Terbaik Indonesia, dan Penghargaan Kreasi Prima Mutu 2017. ”Diharapkan penghargaan ini dapat memberikan dorongan kepada IKM untuk meningkatkan produksi dan pemasaran. Dengan prestasi yang ditunjukkan oleh IKM beserta dukungan pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi nasional di masa yang akan datang sudah seharusnya digerakkan oleh sumber daya domestik,” kata Airlangga.

Penghargaan ini sebagai komitmen dari pemerintah guna mendorong tumbuhnya motivasi pelaku industri, khususnya IKM agar terus meningkatkan produksi dan pemasaran sehingga mampu berdaya saing di pasar domestik dan ekspor. ”Kami berharap para penerima penghargaan ini bisa turut mendorong tumbuh dan kembangnya desain baru yang kreatif dan inovatif bagi pelaku industri lainnya guna meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia,” pungkas Dirjen IKM Gati Wibawaningsih.

Source : okezone(dot)com
9

Teak Furniture; Storage Accessories; LOUNDRY BIN (LARGE, MEDIUM, SMALL)



Contact us:

Ketileng Indah I/18 - Semarang,
Central Java - Indonesia 50272
Phone :+62 24 6710234
Fax :+62 24 6705779
email : info(at)qirana(dot)com
website : www.qirana.com
10
Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak faktor yang membuat orang gemar belanja online. Alasan itu di antaranya kemudahan berbelanja dan biaya yang lebih murah dibandingkan saat berbelanja secara offline. Sebenarnya, belanja online bisa jauh lebih murah lagi bila Anda tahu cara berbelanja yang tepat.

Bahkan, sejumlah cara ini ini dapat memberikan perbedaan yang signifikan. Agar belanja online jadi semakin murah, berikut trik terbaru dari CekAja.com yang harus Anda coba:

1. Trik keranjang belanja

Jika Anda tertarik membeli barang, simpan produk tersebut di keranjang belanja dan jangan selesaikan transaksinya. Dari sudut penjual, ini adalah jenis transaksi yang menunggu untuk dirampungkan di mana sebenarnya Anda memberikan pesan pada situs belanja online bahwa Anda tertarik, namun menunggu harga terbaik yang bisa diberikan.

Pengalaman sejumlah orang, website belanja online akan mengirimkan sejumlah email yang menawarkan keuntungan agar Anda menyelesaikan transaksi. Meski ini tidak efektif untuk seluruh peritel, namun trik ini layak untuk dicoba.

2. Bandingkan harga di website lain

Membandingkan harga dari website satu ke website yang lain adalah keharusan di era belanja online. Sebab, kehadiran banyak website membuat mereka bersaing untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggan.

Keuntungan yang diperoleh bisa jadi bukan harga yang lebih kompetitif melainkan pada gimmick lainnya seperti gratis ongkos kirim atau potongan harga saat Anda belanja di lain waktu.

Biasanya, potongan harga tersebut diberikan untuk pembayaran tagihan rutin. Contohnya, potongan harga hingga Rp 20 ribu untuk pembayaran listrik dan pulsa setelah Anda membeli tiket pesawat secara online. Anda bisa berhemat lebih banyak dengan terbiasa membayar tagihan secara online.

3. Bandingkan lagi di website barang bekas

Jangan cuma bandingkan harga di website yang sama. Bila barang yang Anda inginkan tidak harus baru seperti buku, Anda bisa membandingkannya di website barang bekas yang kini tengah populer.

Coba cari barang yang Anda inginkan tersebut. Ini memang membutuhkan lebih banyak upaya dan waktu. Namun, bila barang yang Anda inginkan berhasil ditemukan, biasanya Anda bisa menghemat hingga 50 persen dari bujet yang semula disiapkan. Lagipula tidak ada salahnya kan mencoba.

4. Manfaatkan kupon diskon

Kombinasikan penjualan dengan kupon diskon, atau bahkan sekarang ini banyak kode voucher yang bisa dgunakan untuk berhemat ketika belanja online. Luangkan waktu berburu kupon diskon di situs-situs tertentu. Atau, cobalah berlangganan newsletter di situs belanja favorit untuk mendapatkan kode tersebut.

Source : liputan6(dot)com
Pages: [1] 2 3 ... 10