Beragam Program di Hari terakhir INDEX MOZAIK Indonesia 2017

Menumbuhkan minat bagi masyarakat untuk mencintai produk-produk desain interior dalam negeri yang memiliki nilai seni tinggi agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri

Beragam produk desain interior yang menarik bagi pengunjung di hari terakhir INDEX MOZAIK Indonesia 2017​

Jakarta, 8 Oktober 2017 – Pada gelaran hari terakhir, pameran INDEX MOZAIK Indonesia 2017 diisi dengan agenda promo dan diskon dari para peserta. Program diskon dan promo dimanfaatkan oleh para pengunjung umum untuk memborong produk-produk furnitur maupun perabotan rumah tangga yang dipajang oleh peserta pameran sejak dibuka tanggal 5 Oktober 2017 yang lalu di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC).

Antusiasme pengunjung pada 3 hari kemarin terhadap pameran ini yang cukup besar ternyata menular kepada pengunjung umum yang hadir hari ini, hal teraebut terlihat dari aktivitas transaksi di masing-masing booth peserta pameran dan acara seminar di Pre-Function Hall B maupun Round Table Discussion di area Pre-Function Hall A yang selalu dipenuhi oleh peserta.

Tidak hanya area pameran yang menarik para pengunjung, antusiasme juga terlihat pada hari Sabtu (7/10) kemarin di acara seminar Bedah Buku Katalog Sayembara Sinarmas Land Yac 2015 dan penjelasan Sayembara serupa pada tahun ini. Sementara itu, dua lokakarya yang diselenggarakan secara berurutan yakni Workshop Leatherworking oleh Sekkha dan Workshop Flower/Floral rencananya digelar di hari terakhir penyelenggaraan INDEX MOZAIK Indonesia 2017.

“Pamerannya asyik, barangnya banyak yang lucu-lucu, dan bisa menambah wawasan. Kebetulan karena kita dari desain bisa melihat referensi dan material yang baru di dunia desain. Buat yang baru lulus sekolah desain sangat membantu untuk melihat perkembangan terkini dengan sering-sering melihat pameran seperti INDEX MOZAIK Indonesia ini,” ujar Ozora, desainer muda yang bekerja di salah satu perusahaan desain interior di Jakarta Selatan.

Begitu pula Aini, salah satu pengunjung yang juga bekerja di salah satu perusahaan desain di Jakarta, yang juga mengaku cukup puas dengan pameran INDEX MOZAIK 2017. “Acaranya bagus, kreatif, dan lumayan beragam, kalau bisa ke depannya lebih banyak variasi dan peserta dari Indonesia lebih diperbanyak lagi,” ujarnya.

Para generasi muda yang menggeluti dunia desain kreatif juga mendapat tempat di INDEX MOZAIK Indonesia 2017 dengan tersedianya area Youth Design untuk memajang karya-karya dari calon desainer produk yang masih mengenyam bangku kuliah. Fakultas Ilmu Rekayasa Jurusan Desain Produk Industri Universitas Paramadina mengirimkan tiga produk purwarupa berupa kursi yang dinamai Him&Her, Modernic, dan Tufa Nafu. Universitas Bina Nusantara (Binus) menampilkan satu karya berupa kursi rotan yang dinamai Mvai Openg.

Jurusan Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti menampilkan desain kursi yang dinamakan Throne Chair, Anasera Chair dan Gantolle Chair. Selain desain interior, Jurusan Desain Produk dari fakultas yang sama di Trisakti juga menampilkan tujuh desain lampu, yaitu Flo Lamp, Segaris Lamp, Remember Your Girl Lamp, Senampu Lamp, Aztec Lamp, Hexsan Lamp, dan Thir Lamp.

“Karya-karya dari desainer Indonesia tidak kalah dari luar bahkan lebih maju, sebagai contoh terlihat dari hasil-hasil yang ditampilkan di HDII Award 2017. Banyak desainer muda Indonesia yang juga bekerja di perusahaan-perusahaan di luar negeri. Di satu sisi keren, di sisi lain menyedihkan. Orang-orang yang berkualitas justru pindah ke luar negeri dengan alasan karya-karya mereka kurang dihargai di negerinya sendiri,” papar Lea Aviliani Aziz selaku ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII).

Namun demikian, Lea menyebutkan masih adanya kekurangan yang menyebabkan desain Indonesia kurang berkembang pesat yakni di sisi pendidikan. Menurutnya, pendidikan di tanah air kurang memberikan informasi yang sebenar-benarnya sehingga melalui ajang INDEX MOZAIK Indonesia 2017, Lea berharap ada pencerahan bagi industri, pelaku desain kreatif, pemerintah, dan kalangan akademisi untuk bersama-sama melihat adanya peluang dan kesempatan bisnis di bidang desain interior dan hospitality.

 

Mencari Pembeli yang Tepat 

Sebagian besar peserta INDEX MOZAIK Indonesia 2017 berharap bisa menemukan buyers yang tepat selama pameran berlangsung. Lebih dari 150 brand dari Indonesia maupun mancanegara menjadi magnet untuk mendatangkan calon buyer potensial dan memperluas jaringan bisnis, salah satunya adalah Furukawa Electric I-Wals, peserta pameran INDEX MOZAIK Indonesia 2017 yang menghadirkan beragam wall panel unik dengan nuansa 3D.

Hadirnya pameran INDEX MOZAIK Indonesia 2017 juga dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pasar ritel bagi desain interior, home furnishing, peralatan rumah tangga, dan cinderamata, yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam sektor industri kreatif. Virtus 1945 sebagai salah satu peserta pameran asal Madrid, Spanyol, yang tergabung dalam paviliun EIBN EUROPE (EU-Indonesia Business Network) menganggap INDEX MOZAIK Indonesia 2017 telah menghadirkan ruang untuk menampilkan karya-karya kreatif mereka. Beberapa produk mereka yang khas dengan peralatan dekorasi perunggu bergaya klasik juga mendapat sorotan positif dari pengunjung.

Paviliun European menampilkan dekorasi perunggu bergaya klasik

“Ini pengalaman pertama kami terjun dalam pasar Indonesia. Berdasarkan statistik, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam industri furnitur dan desain interior. Produk kami terdiri dari dekorasi bergaya klasik, dan di Indonesia sendiri, masih banyak orang yang suka mengoleksi barang-barang klasik di rumah mereka. Mungkin pasar kami memang tidak terlalu besar, tapi saya yakin Virtus 1945 memiliki potensi pelanggan di Indonesia,” ungkap Enrique Perez, Export Manager for International Market of Virtus 1945.

Selain Virtus 1945, Paviliun EIBN Europe (Eu-Indonesia Business Network) yang berada di Hall B juga diisi oleh Artcom Paris, Il Giardino di Legno By Silat Srl, Ebano Internacional, Castelbel, Preciosa, Omar Crane, dan Basaltina. Sementara itu di sebelahnya, paviliun Taiwan menampilkan Li Peng Enterprise Co., Ltd, Tri Ocean Textile Co., Ltd., Syn Yao Enterprise Co Ltd, Meytii Enterprise Co., Ltd, dan Concord Link Co., Ltd.

Pengunjung bertransaksi di salah satu booth. Pada hari terakhir penyelenggaraannya, pameran INDEX MOZAIK Indonesia        (8/10) dibuka untuk pengunjung umum

“Penyelenggaraan INDEX MOZAIK Indonesia 2017 cukup baik, baik dari sisi penyelenggara mapun pengunjung sehingga kami berharap tahun ini bisa memberikan lead untuk ke depannya.  INDEX MOZAIK Indonesia di tahun depan semoga lebih besar dan memberikan dampak yang bagus bagi industri manufaktur dan furnitur di Indonesia,” ujar Surya Hatta, CEO Pineapple, salah satu peserta pameran yang berasal dari Tangerang Selatan.

“Kami berharap apa yang sudah ditampilkan pada INDEX MOZAIK Indonesia 2017 dapat memberikan manfaat bagi semua yamg terlibat di dalamnya dan tentunya kedepan kami akan senantiasa memperbaiki dan mengembangkan pameran ini,” ujar Etty Anggraeni, Presiden Director Nine Events. Ia juga mengucapkan terima kasihnya untuk semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan INDEX MOZAIK Indonesia 2017 dan menyampaikan bahwa tahun depan INDEX MOZAIK Indonesia akan kembali hadir pada October 2018.

INDEX MOZAIK Indonesia 2017 menempati lahan seluas 12.000 meter persegi di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center. INDEX MOZAIK Indonesia 2017 menargetkan 6.000 – 8.000 buyer potensial dari dalam dan luar negeri selama 4 (empat) hari pameran, dari tanggal 5-8 Oktober 2017. Untuk informasi lebih detil mengenai INDEX MOZAIK Indonesia 2017, silakan mengunjungi laman www.indexmozaik.com. Sampai jumpa di pameran INDEX MOZAIK Indonesia 2018.

Post Author: surabaya2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*