suarapembaruan.com
Bisnis ”air liur” Burung Walet bukan sembarang bisnis. Konon pada pertengahan abad XIX ketika pertamakalinya Burung Walet dibuatkan rumah, hanya para ulama yang menyediakan rumahnya untuk tempat tinggal Burung Walet.
Sekalipun Burung Walet ini termasuk burung liar dan lebih memilih tinggal di goa-goa di pantai Selatan , tetapi para ulama di Sidayu mampu menyediakan tempat tinggal. Dari hasil penjualan sarang Burung Walet ini, mereka tidak memungut biaya kepada para santri yang belajar mengaji.
“Para ulama sudah merasa mendapatkan penghasilan yang melimpah dari air liur Burung Walet. Penghasilan ini diyakini merupakan rezeki dari Tuhan,” kata pendiri Asosiasi Peternak dan Pengusaha Sarang Wal;et Indonesia, Drs H.A.Khoiruz Zaman, MM yang juga pengurus Yayasan Kanjeng Sepuh, Sidayu, kepada Pembaruan belum lama ini.
Read more about Bisnis Bergengsi dari Rumah Model Kuno …
